KESELAMATAN
1.PERSAMAAN MATEMATIKA
Manusia mencari yang lebih abadi
(I Yohanes 5:11, 12)
Ketikan Albert Einstein, ilmuwan yang terkenal itu, ditawari menjadi Presiden Israel pada tahun 1952, ia dengan tegas menolaknya. Ia mengatakan bahwa terlalu naif baginya untuk terlibat dalam bidang politik: "Persamaan matematika lebih penting bagi saya, karena politik hanyalah masa kini, sedangkan persamaan matematika adalah sesuatu yang abadi."
Sesungguhnya di dalam diri setiap manusia yang hati nuraninya berfungsi dengan baik pasti akan memilih kehidupan yang abadi dan bukanlah kehidupan yang sementara. Dan,kehidupan yang abadi itu hanya ada di dalam Yesus Kristus.
2.PENCARI BATU DI SUNGAI
Mencari kebenaran (Yohanes 5:24)
suatu ketika ada dua orang yang masuk ke dalam sebuah sungai yang sama, tetapi dengan tujuan yang berbeda. Seorang turun ke dalam sungai untuk mencari batu, sedangkan yang seorang lagi turun untuk mencari pasir. Pencari batu yang turun maka pastilah batu yang akan diambilnya, sedangkan pasir akan dibuangnya. Di pihak lain pencari pasir terjun maka hanya pasir saja yang diambilnya, sedangkan batu akan dibuangnya. Mengapa demikian? karena keinginan yang berbeda akan menghasilkan sesuatu yang berbeda juga.
Demikian hal di dalam mencari kebenaran itu, harus dimulai dengan menghilangkan segala konsep-konsep yang tidak benar tentang Allah dan Firman-Nya.Membuka diri sepenuhnya terhadap apa yang dikehendaki Allah melalui Firman-Nya dalam Alkitab,maka hal ini mempermudah bagi kita untuk menemukan dan memperoleh keselamatan di dalam Tuhan Yesus.
3.GUNA JEMBATAN
Kristus penghubung tempat kudus
(I Petrus 3:18; Efesus 2:8, 9)
Di dalam memperlancar transportasi, komunikasi dan distribusi dari satu dinding terjal ke dinding terjal yang lain, maka dibuatlah tempat penyebrangan yaitu jembatan. Sungai yang lebar atau jurang yang dalam yang selama ini tak bisa terseberangi akan bisa diseberangi dengan bantuan jembatan penghubung ini.
Di dalam kehidupan orang yang belum mengenal Kristus, ada suatu jurang pemisah yang tidak terseberangi. Jurang itu mat sangat dalam. Jurang itu adalah dosa, yang menjadi pemisah antara manusia dan Allah. Manusia yang penuh dengan dosa dan kenajisan tidak mungkin sampai ke tempat Allah yang Mahakudus. Sekalipun manusia berusaha dengan berbagai cara, antara lain:berbuat baik, hidup saleh dan agama. Tetapi itu tidak memungkinkan manusia menyeberangi jurang yang dalam itu.Lalu bagaimana caranya? yakni hanya oleh kasih karunia Allah yang besar maka diberikannya jalan bagi kita, yaitu melalui anak-Nya, Yesus Kristus, yang telah mati untuk menjembatani kita dengan Allah,sehingga bisa sampai ke tempat yang kudus itu.
4.CAP PADA KUDA
meterai Roh Kudus (Efesus 1:13)
Karena kuda di Provinsi Nusa Tenggara Timur sudah menjadi hewan komersil, maka banyak diternakkan oleh masyarakat. Untuk menandakan kepemilikan kuda-kuda ini, pemiliknya membubuhkan cap pada punggung-punggung kudanya. Caranya: besi yang sudah ada pola capnya dipanaskan sedemikian rupa sampai benar-benar membara, kemudia besi itu ditimpakan di punggung kuda-kuda itu. Akibatnya, tanda cap kepemilikan akan menempel pada punggung kuda. Dan, cap pada punggung kuda itu tidak akan hilang selama-lamanya. Dari cap inilah, orang akan mengetahui pemilik kuda-kuda tersebut.
Demikia juga halnya pada saat kita percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita secara pribadi, maka Allah memeteraikan kita dengan Roh Kudus sebagai jaminan bagi kita; dan materai Allah ini takkan pernah hilang untuk selama-lamanya. Meterai Roh Kudus yang telah kita miliki merupakan tanda yang menyatakan kita adalah milik Allah dan berhak menerima hidup yang kekal di dalam Kristus, Tuhan kita.
5.PERANGKO
Keselamatan harus ada bukti
(Yohanes 14:6)
Bila kita mengirimkan sepucuk surat kepada keluarga atau para sahabat via Kantor Pos, pasti harus menempelkan perangko, bukan? Perangko ini berguna sebagai ganti jasa pelayanan yang akan diberikan oleh instansi Kantor Pos. Tanpa perangko walaupun alamatnya jelas, surat tidak akan sampai ke tujuan. Mengapa? Karena perangko ini merupakan tanda bagi pegawai Kantor Pos untuk menghantarkan surat ke alamat yang dituju.
Demikian juga halnya dengan keselamatan. Harus ada tanda yang menyatakan keselamatan itu sudah kita peroleh. Kristus menyatakan bahwa Dia adalah jalan untuk masuk dalam kerajaan Surga. Dan,Alkitab dengan jelas sekali menyatakan bahwa bagi setiap orang yang percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, akan memperoleh hidup yang kekal dan tidak turut dihukum.
6.KARTU TANDA PENDUDUK
Warga Kerajaan Surga (Filipi 3:20)
Di Kota Jakarta dan di kota-kota lain sering diadakan razia-razia kependudukan secara mendadak. Dan melalui razia ini tidak sedikit warga negara asing berhasil ditangkap, karena mereka tidak bisa menunjukkan kartu identitasnya. Walaupun beberapa Warga negara asing yang masuk secara ilegal di Indonesia hampir mirip dengan orang di Indonesia, tetapi mereka tidak bisa menghindarkan diri. Mereka tidak bisa menunjukkan bukti sebagai warga negara Indonesia. Buktinya sederhana saja, yaitu hanya menunjukkan kartu tanda penduduk setempat.
Sama halnya dengan Kerajaan Surga. Untuk menunjukkan bahwa kita adalah warga Kerajaan Surga, maka harus ada tanda yang memastikan hal tersebut. Tanda pengenal warga Kerajaan Surga sudah dimiliki oleh setiap orang yang percaya pada Kristus.
7.KETUKAN TAMU
Jangan mengeraskan hati (Wahyu 3:20)
Suatu kebiasaan, jika seseorang bertamu ke rumah orang lain harus mengetok pintun lebih dahulu. Ketukan ini akan merupakan tanda kepada sang tuan rumah bahwa ada tamu datang. Andaikan tuan rumah itu menerima kehadirannya maka ia segera membukakan pintu dan mempersilahkannya masuk ke dalam rumah.
Demikian juga Kristus datasng ke dunia ini, mengetok setiap pintu hati manusia. Pada saat suara ketukan itu terdengar, janganlah mengeraskan hati Saudara.Undanglah Dia masuk. Bukalah pintu hatimu selebar-lebarnya sehingga Kristus bisa berkarya dengan leluasa: mengubah suasana hatimu sehingga memperoleh kedamaian dan sukacita dalam hidup ini.
8.TELUR AYAM YANG MENETAS
kelahiran baru (Yohanes 3:3)
Mengapa induk ayam harus berlama-lama mengerami telur-telurnya? Karena ia mengetahui ada kehidupan di dalam telur-telur itu, dan pada saat harinya akan tiba maka telur-telur itu akan menetaskan anak-anak ayam. Telur itu menetas bukan terjadi begitu saja, melainkan memerlukan kerja sama antara induk dan anak ayam itu sendiri.Induknya mematok kulit telur itu dari luar, sebaliknya anak ayam ikut mematok dari dalam telur sampai ia punya ruang gerak untuk keluar sendiri. Dan setelah anak ayam itu keluar dari dalam telur, maka ia tidak punya niat sedikit pun untuk masuk kembali ke dalam telur itu lagi.
Demikianlah juga kehidupan mereka yang penuh dengan dosa dan hidup di dalam kegelapan. Harus ada niat untuk keluar melepaskan diri dari kebiasan-kebiasaan yang buruk, merusak dan menajiskan itu. Dan itu memerlukan kerja sama dengan Allah. Ia akan membantu Saudara untuk melihat cahaya Injil yang membawa keselamatan.Dan apabila Saudara sudah keluar dari situ, jangan melakukan dosa lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan saudara/i jika ingin berkomentar,namun tolong menggunakan bahasa yang sopan yah.